AD/ART IAKU

 

 

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

 IKATAN ALUMNI KEDOKTERAN UNSYIAH

(IAKU)

TAHUN 2015

IKATAN ALUMNI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

 

Anggaran Dasar

 

Mukaddimah

 

Bahwa pada hakekatnya alumni Fakultas Kedokteran  Universitas Syiah kuala adalah mitra dari almamater yang terus  mengabdi kepada bangsa dan negara sesuai dengan jiwa dan semangat tridharma perguruan tinggi. Bahwa dengan bekal pendidikan dan ilmu pengetahuan yang telah didapat, para alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala berkewajiban memberikan dharma bakti bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia. Bahwa dalam pengabdian kepada negara dan bangsa itu alumni selalu hendaknya memegang teguh sifat-sifat kesarjanaan yang objektif, kreatif dan dinamis serta dilandasi oleh falsafah negara Pancasila dan UUD 1945. Oleh sebab itu dengan menyadari akan tanggung jawab dan fungsi alumni terhadap almamater dan masyarakat serta bangsa Indonesia maka dengan Rahmat Allah SWT, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala bertekad menyatukan langkah dan potensi untuk mencapai tujuan dalam suatu wadah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan berpedoman pada anggaran dasar seperti berikut ini:

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

Dalam ketetapan ini yang dimaksud dengan :

  1. IAKU adalah Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah
  2. Unsyiah adalah Universitas Syiah Kuala
  3. FK Unsyiah adalah Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala
  4. AD/ART adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
  5. Mubes adalah Musyawarah Besar
  6. Muscab adalah Musyawarah Cabang

 

 

BAB II

NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN

 

   Pasal 2

   Nama

Organisasi ini bernama Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah disingkat IAKU

 

Pasal 3

IAKU adalah satu-satunya organisasi alumni Fakultas kedokteran Unsyiah

 

  Pasal 4

 Waktu

IAKU didirikan di Banda Aceh pada bulan 30 Agustus 1994 untuk waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 5

Kedudukan

Pengurus Pusat IAKU berkedudukan di kota tempat kedudukan Fakultas Kedokteran Unsyiah

 

 

BAB II

ASAS, SIFAT DAN TUJUAN

 

 Pasal 6

   Asas

IAKU berdasarkan Pancasila dan berlandaskan UUD 1945

Pasal 7

Sifat

IAKU bersifat independent, mandiri, kekeluargaan, sukarela dan berorientasi pada almamater dan mayarakat

 

 

 

 

 Pasal 8

Tujuan

Tujuan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah adalah:

  1. Mempererat rasa kekeluargaan dan membina hubungan yang harmonis antar sesama lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan seluruh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
  2. Membantu almamater dalam melaksanakan misi Fakultas Kedokteran Universitas Syiahkuala serta meningkatkan kesejahteraan di kalangan anggota
  3. Meningkatkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kedokteran di kalangan anggota untuk diabdikan kepada masyarakat,nusa dan bangsa.
  4. Memberikan sumbangan moril dan materil untuk pembinaan dan pengembangan FK Unsyiah yang lebih sempurna khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

 

BAB III

KEUANGAN DAN AKTIFITAS

          

   Pasal 9

Keuangan

Keuangan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah diperoleh dari :

  1. Uang Pangkal.
  2. Iuran bulanan.
  3. Usaha yang tidak bertentangan dengan AD/ART dan hukum yang berlaku
  4. Sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat.

 

Pasal 10

Aktifitas

Aktifitas Kepengurusan IAKU adalah sebagai berikut:

  1. Mengadakan kegiatan ilmiah seperti seminar, simposium, kuliah umum, diskusi,  lokakarya, dan lain-lain.
  2. Mengadakan Pengabdian kepada masyarakat.
  3. Menyelenggarakan penerbitan ilmiah dan populer.
  4. Memberdayakan potensi anggota untuk mencapai prestasi yang optimal.
  5. Mendukung kegiatan-kegiatan positif almamater FK Unsyiah
  6. Memberikan saran-saran dan pertimbangan baik diminta atau tidak terhadap kemajuan pendidikan di FK Unsyiah
  7. Menciptakan kegiatan dan atau usaha lain yang tidak menyimpang dari AD/ART serta tidak bertentangan dengan hukum yang  berlaku

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

 

   Pasal 11

Keanggotaan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah terdiri dari :

  1. Anggota Biasa
  2. Anggota Luar Biasa
  3. Anggota Kehormatan

Pasal 12

  1. Anggota Biasa adalah setiap orang yang telah menyelesaikan Pendidikan pada menamatkan program pada program studi pendidikan sarjana kedokteran dan program studi pendidikan profesi dokter di FK Unsyiah
  2. Anggota Luar Biasa adalah setiap orang yang pernah kuliah minimal 2 (dua) semester di program studi Pendidikan dokter FK Unsyiah atau setiap orang yang telah menyelesaikan pendidikan non-dokter atau pendidikan Strata 2 (S2) atau Strata 3 (S3) di FK Unsyiah atau staf pengajar/dosen yang pernah mengajar di sekurang-kurangnya 2 (dua) semester di FK Unsyiah
  3. Anggota kehormatan adalah setiap orang yang telah berjasa pada almamater FK Unsyiah atau pada IAKU

 

 

BAB V

STRUKTUR KEPENGURUSAN DAN KELENGKAPAN ORGANISASI

      Pasal 13

    Struktur

Struktur dan kelengkapan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah terdiri dari:

  1. Pengurus pusat adalah kepengurusan tertinggi organisasi dan berada di kota tempat Fakultas Kedokteran Unsyiah berada.
  2. Pengurus cabang adalah pengurus yang berada di luar kota tempat Fakultas Kedokteran Unsyiah berada.

 

 

 

 

 

Pasal 14

Kepengurusan

  1. Pengurus harian pada kepengurusan pusat sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua umum, seorang sekretaris umum dan seorang bendahara umum.
  2. Pengurus harian pada kepengurusan cabang sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua,  seorang sekretaris dan seorang bendahara
  3. Kepengurusan pusat dapat diperluas dengan dilengkapi kordinator-kordinator Daerah dan koordinator angkatan jika dianggap perlu.
  4. Dewan Pengawas organisasi berjumlah 5 orang terdiri dari unsur:
    a. Mantan-mantan ketua umum IAKU
    b. Alumni senior Fakultas Kedokteran Unsyiah
  5. Pengurus IAKU disetiap tingkatan dapat mengangkat penasehat organisasi yang berasal dari akademi atau praktisi dan merupakan anggota IAKU

 

Pasal 15

  Hirarki Organisasi

  1. Kekuasaan tertinggi terletak pada Musyawarah Besar (Mubes) IAKU
  2. Mubes adalah pertemuan yang diselenggarakan setiap (4) tahun sekali
  3. Mubes Luar Biasa adalah pertemuan yang di lakukan atas permintaan khusus oleh sekurang-kurangnya 2/3 pengurus cabang.
  4. Musyawarah cabang (muscab) adalah pertemuan di tingkat cabang yang diadakan setiap 4 (empat) tahun sekali
  5. Muscab luar biasa dapat diadakan atas permintaan 2/3 jumlah anggota IAKU cabang bersangkutan

 

Pasal 16

Ketua umum dan ketua cabang dipilih pada Mubes dan muscab dengan cara pengambilan keputusan:

  1. Melalui musyawarah dan mufakat
  2. Bilamana musyawarah mufakat sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai kesepakatan, maka keputusan diambil atas dasar suara terbanyak.

 

  

BAB VI

ATRIBUT

 

Pasal 17

Bendera

Bendera IAKU seperti warna bendera Fakultas kedokteran Unsyiah dengan tulisan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah (IAKU) dibawahnya.

 

Pasal 18

Lambang

Lambang Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah adalah tugu Aesculapius yang di apit oleh dua buah rencong kiri dan kanan dengan pita bertuliskan IAKU di bagian bawah

 

 

BAB VII

HUBUNGAN ORGANISASI

 

Pasal 19

  1. Hubungan pengurus IAKU dengan pimpinan Fakultas Kedokteran Unsyiah dilakukan secara konsultatif atas dasar saling pengertian dan kerja sama
  2. Hubungan pengurus IAKU dengan organisasi profesi dokter dan organisasi lainnya dilakukan atas dasar saling pengertian dan kerja sama yang tidak mengikat.

 

BAB VIII

PENUTUP

Pasal 20

Anggaran Dasar ini pertama kali diajukan dalam Musyawarah Besar Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah di Banda Aceh tanggal 25 Oktober 2015 untuk kemudian disempurnakan dan disahkan lagi setelah diubah, dikurangi dan ditambah dalam Musyawarah Besar Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah atau Badan Adhoc yang di bentuk di Mubes tahun 2015 untuk di gunakan sebagai landasan organisasi ke depan. Hal-hal yang belum tercantum dalam Anggaran Dasar akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan-ketentuan lain yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat setelah berkonsultasi dengan Dewan Pengawas

 

 

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN ALUMNI FAKULTAS KEDOKTERAN UNSYIAH

 

BAB I

KEANGGOTAAN

  Pasal 1

Keanggotaan IAKU terdiri dari:

  1. Anggota Biasa adalah setiap lulusan program pendidikan dokter dan program profesi dokter FK Unsyiah
  2. Anggota Luar Biasa adalah setiap orang yang pernah kuliah minimal 2 (dua) semester di program studi Pendidikan dokter FK Unsyiah atau setiap orang yang telah menamatkan program pendidikan non-dokter atau program Pendidikan spesialis 1 (Sp.1) atau program sub-spesialis (Sp.2) atau program pendidikan Strata 2 (S2) atau Strata 3 (S3) di FK Unsyiah atau staf pengajar/dosen yang pernah mengajar di sekurang-kurangnya 2 (dua) semester di FK Unsyiah
  3. Anggota Kehormatan adalah setiap orang yang telah berjasa pada almamater FK Unsyiah atau pada Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah yang diangkat dan ditetapkan oleh pengurus pusat IAKU dan kemudian mendapatkan pengesahan dalam Mubes atas jasa dan kontribusinya terhadap FK Unsyiah atau IAKU

Pasal 2

Penerimaan Keanggotaan

  1. Anggota Biasa bersifat otomatis yaitu setiap orang yang telah menyelesaikan program pendidikan dokter dan program pendidikan Profesi dokter dengan sendirinya langsung menjadi anggota biasa IAKU
  2. Anggota luar biasa bersifat otomatis yaitu setiap orang yang pernah kuliah minimal 2 (dua) semester di program Pendidikan dokter, lulusan spesialis 1 (Sp.1), sub-spesialis (Sp.2), S2, atau S3 atau staf pengajar/dosen yang telah mengajar sekurang-kurangnya 2 (dua) semester di FK Unsyiah dengan sendirinya langsung menjadi anggota luar biasa IAKU
  3. Anggota Kehormatan diusulkan oleh Pengurus Pusat IAKU dalam Musyawarah Besar IAKU
  4. Dalam keadaan tertentu, pengurus pusat IAKU dapat menetapkan keanggotaan kehormatan terhadap seseorang dengan pertimbangan dewan pengawas IAKU
  5. Penetapan keanggotaan kehormatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus mendapat persetujuan dan pengesahan dalam Mubes IAKU berikutnya.
  6. Jika tidak mendapat pengesahan dalam Mubes IAKU berikutnya, maka penetapan keanggotan kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 harus dicabut oleh pengurus pusat IAKU
  7. Pengurus Pusat IAKU menetapkan tatacara penerimaan keanggotaan Biasa, keanggotaan Luar Biasa dan keanggotaan kehormatan IAKU

Pasal 3

          Berakhirnya keanggotaan

 

Berakhirnya keanggotaan IAKU dapat terjadi karena:

  1. Meninggal dunia.
  2. Melanggar AD/ART
  3. Khusus untuk Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan berakhirnya keanggotaan IAKU dapat juga terjadi apabila mengundurkan diri atas permintaan sendiri.

Pasal 4

Sanksi

  1. Anggota Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah dapat diberikan sanksi jika :
    1. Melanggar hukum Pidana
    2. Melakukan Tindakan Asusila
    3. Melanggar kode etik kedokteran
    4. Melanggar AD/ART
  1. Sanksi dapat berupa teguran lisan, tulisan, skorsing, dan pemberhentian keanggotaan
  2. Pemberhentian dari keanggotaan IAKU dilakukan oleh pengurus pusat IAKU setelah berkonsultasi dengan dewan pengawas
  3. Pemberhentian keanggotaan IAKU sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus mendapat pengesahan dalam Mubes selanjutnya
  4. Anggota yang diusulkan untuk diberhentikan diberikan kesempatan untuk membela diri dalam Mubes
  5. Tata cara skorsing dan pemberhentian akan diatur dalam ketentuan tersendiri oleh pengurus pusat IAKU.

 Pasal 5

Kewajiban

 

Setiap anggota IAKU berkewajiban :

  1. Mentaati dan menegakkan AD/ART IAKU serta peraturan lain yang ditetapkan oleh pengurus pusat IAKU
  2. Berperilaku sesuai moral dan etika yang berlaku di masyarakat.
  3. Berpartisipasi dalam setiap usaha untuk mencapai tujuan organisasi
  4. Membina hubungan baik diantara sesama anggota
  5. Membayar iuran organisasi
  6. Berkewajiban menjunjung tinggi dan menjaga nama baik IAKU dan almamater

                 Pasal 6

 

Hak

  1. Setiap Anggota Biasa mempunyai hak mengeluarkan pendapat, mengikuti semua kegiatan organisasi, memiliki hak memilih dan dipilih.
  2. Setiap Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan mempunyai hak mengeluarkan pendapat dan mengikuti kegiatan organisasi.

 

BAB II

KEPENGURUSAN

Pasal 7

 

Kedudukan dan Syarat

 

  1. Pengurus Pusat IAKU berkedudukan di kota tempat Fakultas Kedokteran Unsyiah berdomisili.
  2. Pengurus Cabang adalah pengurus IAKU yang berada di luar kota tempat Fakultas Kedokteran Unsyiah berada dan setingkat kabupaten/ kota
  3. Pengurus cabang IAKU dibentuk disetiap kabupaten/kota dengan jumlah anggota sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota biasa.
  4. Jika tidak dapat memenuhi sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota biasa, maka kabupaten/kota tersebut bergabung dengan kabupaten/kota terdekat sehingga memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
  5. Koordinator Angkatan adalah pengurus IAKU yang berada suatu instansi pemerintah atau swasta.
  6. Koordinator Angkatan IAKU dibentuk disetiap instansi dengan jumlah anggota sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota biasa

 

 

 Pasal 8

Pengurus Pusat

  1. Susunan Pengurus Harian Pengurus Pusat IAKU ditunjuk dan diangkat oleh Ketua Umum terpilih.
  2. Susunan Pengurus Harian Pusat IAKU terdiri dari sekurang-kurangnya ketua umum, sekretaris umum dan bendahara umum

 

Pasal 9

Pengurus Cabang

  1. Susunan Pengurus Harian Cabang IAKU ditunjuk dan diangkat oleh Ketua cabang terpilih.
  2. Susunan Pengurus Harian cabang IAKU terdiri dari sekurang-kurangnya ketua, sekretaris dan bendahara

 

Pasal 10

                                     Hirarki

  1. Kepengurusan organisasi tertinggi adalah pada pengurus pusat dan dilaksanakan oleh ketua umum
  2. Kepengurusan cabang merupakan perpanjangan tangan kepengurusan pusat di setiap kabupaten/kota
  3. Jika ketua umum berhalangan tetap atau mengundurkan diri, maka jabatan ketua umum dipelaksanatugaskan berdasarkan rapat dewan pengawas dan pengurus harian kepengurusan pusat
  4. Pelaksana tugas ketua umum sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus melaksanakan Mubes untuk memilih ketua umum definitif selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak ditetapkan sebagai pelaksana tugas ketua umum
  5. Jika ketua cabang berhalangan tetap atau mengundurkan diri, maka jabatan ketua cabang dipelaksanatugaskan berdasarkan rapat pengurus harian cabang dan pengurus pusat
  6. Pelaksana tugas ketua cabang sebagaimana dimaksud pada ayat (5) harus melaksanakan Muscab untuk memilih ketua cabang definitif selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak ditetapkan sebagai pelaksana tugas ketua cabang

Pasal 11

           Hak dan Kewajiban Kepengurusan

 

Hak dan kewajiban Pengurus Pusat IAKU adalah:

  1. Menetapkan ketentuan dan kebijakan organisasi untuk menunjang pelaksanaan program kerja IAKU
  2. Mengkoordinasikan semua kegiatan yang mengatasnamakan IAKU di di pusat dan seluruh cabang
  3. Menjabarkan Garis-garis Besar Program Kerja IAKU dan hasil Mubes IAKU serta melaksanakannya dalam bentuk kegiatan nyata.
  4. Menetapkan kebijaksanaan dalam menunjang pengembangan almamater dan peningkatan kemampuan ilmiah para Anggota IAKU
  5. Mengesahkan dan melantik kepengurusan cabang IAKU
  6. Mematuhi dan mempertanggungjawabkan semua kebijakan dan ketentuan organisasi yang telah ditetapkan dan diamanatkan dalam Mubes IAKU.

 

 

              BAB III

DEWAN PENGAWAS

 

Pasal 12

Pengangkatan,Tugas dan Wewenang


Pengangkatan

  1. Jumlah dewan pengawas IAKU adalah 5 (lima) orang
  2. Dewan Pengawas IAKU  berasal dari unsur mantan ketua umum 3 (tiga) orang dan unsur senior 2 (dua) orang yang diusulkan dan ditetapkan di Mubes
  3. Batas usia Dewan Pengawas paling tinggi 65 (enam puluh lima) tahun terhitung saat pelaksanaan musyawarah besar IAKU
  4. Pengangkatan anggota Dewan Pengawas IAKU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) , ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan dengan Keputusan Mubes .
  5. Anggota Dewan Pengawas IAKU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat seorang sebagai Ketua merangkap anggota dan seorang sebagai Sekretaris merangkap anggota dengan keputusan kolektif kolegial
  6. Masa jabatan anggota Dewan Pengawas IAKU paling lama 4 (tiga) tahun dan berakhir bersamaan dengan berakhirnya kepengurusan harian

                                                          

Pasal 13

Tugas

Dewan Pengawas mempunyai tugas:

  1. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap kepengurusan IAKU berdasarkan AD/ART dan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi
  2. Memberikan pertimbangan dan saran kepada pengurus IAKU baik  diminta atau tidak diminta guna perbaikan dan pengembangan organisasi dan pemantapan  program kerja , rencana perubahan struktur organisasi, rencana pinjaman, ikatan hukum dan kerjasama dengan pihak lain
  3. Menetapkan kebijakan untuk kelangsungan organisasi jika terjadi kekosongan kepengurusan oleh karena berbagai sebab, setelah mendengarkan saran dan masukan dari pengurus IAKU

                                                     

 

 

Pasal 14

                                                 Wewenang

Dewan Pengawas dalam melaksanakan tugas mempunyai wewenang:

  1. Meminta keterangan Pengurus IAKU mengenai pengelolaan dan pengembangan o
  2. Menegur baik secara lisan maupun tulisan kepada pengurus IAKU jika di anggap telah melanggar AD/ART
  3. Jika dianggap perlu Dewan Pengawas dapat mengusulkan Mubes Luar Biasa dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 pengurus cabang IAKU

 

BAB IV

KEUANGAN

                                                             Pasal 15

 

  1. Uang pangkal (1 kali) sebesar seratus ribu rupiah yang dibayarkan saat pendaftaran awal.
  2. Iuran bulanan anggota sebesar sepuluh ribu rupiah perbulan.
  3. Sumbangan sukarela dan tidak mengikat.
  4. Pertanggungjawaban keuangan disampaikan bersama dengan pertanggung jawaban kepengurusan

 

BAB V

MUSYAWARAH BESAR

 

Pasal 16

  1. Mubes diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 4 (empat) tahun.
  2. Mubes merupakan kekuasaan tertinggi dan menetapkan garis-garis besar kebijaksanaan dan program umum IAKU
  3. Mubes mengubah dan mengesahkan AD/ART IAKU
  4. Mubes memilih Ketua Umum IAKU
  5. Mubes mengesahkan anggota kehormatan yang diusulkan oleh pengurus pusat
  6. Mubes mengesahkan pengusulan pemberhentiaan keanggotaan IAKU
  7. Mubes diadakan oleh pengurus pusat IAKU
  8. Pelantikan kepengurusan yang terbentuk hasil Mubes dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah Mubes
  9. Masa jabatan kepengurusan hasil Mubes dihitung sejak pelantikan

 

 

 

 

Pasal 17

Peserta Mubes

  1. Peserta Mubes adalah pengurus pengurus pusat dan pengurus cabang
  2. Peserta mubes mempunya hak bicara dan hak suara
  3. Setiap pengurus cabang IAKU mempunyai hak bicara dan 1 (satu) hak suara dan dilakukan oleh ketua cabang
  4. Dalam hal ketua cabang berhalangan, hak suara dapat dimandatkan kepada salah seorang pengurus harian
  5. Pengurus pusat mempunyai 1 (satu) hak suara

 

BAB VI

MUSYAWARAH CABANG (MUSCAB)

 

Pasal 18

  1. Muscab diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam 4 (empat) tahun.
  2. Muscab diadakan di kota tempat cabang berada
  3. Muscab memilih ketua cabang
  4. Muscab diadakan oleh pengurus cabang
  5. Peserta muscab adalah setiap anggota IAKU yang berdomisili di cabang tersebut
  6. Setiap peserta muscab memiliki hak bicara dan 1 (satu) hak suara
  7. Pelantikan kepengurusan yang terbentuk hasil Muscab dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah Muscab
  8. Masa jabatan kepengurusan hasil Muscab dihitung sejak pelantikan

 

 

BAB VII

PENUTUP

                                                         

Pasal 19

Pembubaran

 

  1. Pembubaran organisasi IAKU diputuskan dalam Mubes luar Biasa yang diadakan atas permintaan sekurang-kurangnya 2/3 pengurus cabang.
  2. Pembubaran organisasi IAKU dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan ¾ peserta mubes luar biasa dan persetujuan dewan pengawas

 

 

 

Pasal 20
 Ketentuan Tambahan

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAKU ini dipergunakan dan dilaksanakan untuk kepengurusan yang akan datang

 

 

 

Pasal 21

Ketentuan peralihan

 

  1. Dengan disahkannya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiahkuala ini, maka segala peraturan atau ketentuan yang pernah ada dan bertentangan atau menyimpang dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAKU ini dinyatakan tidak berlaku.
  2. Untuk pertamakalinya Pengurus Pusat menginisiasi pembentukan kepengurusan cabang dengan penunjukan caraterker dan ditetapkan dengan keputusan pengurus pusat
  3. Bila dikarenakan oleh keadaan tertentu terjadi kekosongan kepengurusan, maka dewan pengawas dapat menetapkan kebijakan untuk kelangsungan organisasi.
  4. Kekosongan kepengurusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus segera diselesaikan pada mubes
  5. Ketentuan-ketentuan lain yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan ditentukan dalam peraturan tersendiri oleh pengurus pusat dengan pertimbangan Dewan Pengawas

 

 

Banda Aceh, 10 Januari 2016

Dirancang dan dibentuk oleh Badan Ac Hoc Hasil Mubes Tanggal 25 Oktober 2015

Dilembarkan dan diperbanyak oleh Pengurus Pusat IAKU

 

 

Alamat: JL. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam – Banda Aceh Hotline: 081313223 | Email: info@unsyiah.ac.id

Telepon: 0651

Email: iaku.fkunsyiah@gmail.com

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.

Information

Copyright 2021 News Atlas. All rights reserved.